Kegunaan daun sambiloto :

 Kegunaan daun sambiloto :


Hepatitis, infeksi saluran empedu, disentri basiler, tifoid, diare, ; Influenza, radang amandel (tonsilitis), abses paru, malaria, ; Radang paru (pneumonia), radang saluran napas (bronkhitis),; Radang ginjal akut (pielonefritis), radang telinga tengah (OMA), ; Radang usus buntu, sakit gigi, demam, kencing nanah (gonore),; Kencing manis (diabetes melitus), TB paru, skrofuloderma,; Batuk rejan (pertusis), sesak napas (asma), leptospirosis,; Darah tinggi (hipertensi), kusta (morbus hansen=lepra),; Keracunan jamur, singkong, tempe bongkrek, makanan laut,; Kanker:penyakit trofoblas, kehamilan anggur (mola hidatidosa),; Trofoblas ganas (tumor trofoblas), tumor paru.


TESTIMONI PENGGUNA VCO



Testimoni dari pak Adi Sasono :


Suatu hari di penghujung 1997, saat kondisi tubuh tengah prima, Adi Sasono mengiyakan tawaran untuk uji kesehatan di laboratorium. Alih-alih memperoleh bukti kebugaran, yang didapat malah kabar buruk. Virus hepatitis C telah bersarang di dalam tubuh. Untuk mencari kesembuhan, RS Mount Elizabeth pun disambangi. Gagal di Singapura, RS Loyola, Chicago, Amerika Serikat—tempat para hepatologis terbaik dunia—menjadi tumpuan harapan untuk mengatasi hepatitis yang diidapnya. Lelah melanglang buana mencari jalan untuk mengobati hepatitis, perjalanan berakhir di Yogyakarta, tempat pertama Adi meminum VCO. Rutin mengkonsumsi minyak perawan, virus hepar pun hengkang dari organ hatinya. 


Mantan Menteri Koperasi dan Pengusaha Kecil Menengah kabinet reformasi pembangunan presiden Habibie itu tak merasakan gejala apa pun sebelumnya. Ia tak mengenal rasa sakit di seputaran ulu hati seperti pengidap hepatitis C lain. Suami Male Maria itu tetap saja menjalankan aktivitas tanpa terganggu virus yang berada di tubuh. Sehari-hari badan segar bugar tanpa ada keluhan sakit. “Saat masih menjabat menteri, saya bahkan tidur hanya 3—4 jam sehari,” ujarnya. 

Namun, rupanya tubuh mantan ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu laiknya menyimpan bom waktu. Tes kesehatan di Klinik Pramitra Surabaya memperlihatkan, virus hepatitis C, awal dari sirosis alias kanker hati, bersarang di badan. Virus itu ibarat silent killer yang merontokkan organ hati secara perlahan. “Baru terasa setelah minimal 26 minggu karena masa inkubasi virus memakan waktu lama,” tutur Prof Dr Nurul Akbar, SpPDKGEH, ahli hepatologi di Jakarta. Menurutnya pada sebagian kasus, virus hepatitis C tinggal dalam tubuh meski penderita terlihat sehat. Itu yang dinamakan hepatitis C kronis dan mungkin menyebabkan kerusakan hati secara progresif. Penderita berpotensi menularkannya pada orang lain

Itulah yang dialami putra Adnan Martawiredja. Sejak diketahui mengidap hepatitis C, ia baru merasakan kehadiran sang penyakit 2 tahun kemudian. Itu artinya penyakit telah beranjak menjadi kronis. Tahun baru 1999 pun menjadi begitu pahit baginya. Adi mesti pasrah saat dilarikan ke Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Dalam satu pekan ia didera rasa lemas, mual, dan pegal di persendian 

Pindah Herbal

Sepulang dari Singapura, penanganan kesehatan Adi diambil alih tim dokter kepresidenan. “Rutin 2—3 kali seminggu saya disuntik interferon,” tutur pria 7 cucu itu. Selang dua bulan bukannya malah membaik, kondisi Adi justru menurun. Rasa pegal di tubuh kian menjadi. Satu per satu rambut rontok dan kulit di sekitar wajah menghitam.

Alumnus Teknik Sipil ITB itu kemudian mencoba peruntungan ke rumah sakit University of Catholic Loyola, Chicago, Amerika Serikat. Di sanalah para hepatologis terbaik di dunia berkumpul. Namun, Adi mesti menelan pil pahit. “Belum ada vaksin yang ampuh untuk hepatitis,” paparnya menirukan ucapan dokter. Suntikan interferon satu-satunya obat yang ditawarkan medis. Padahal, efek samping suntikan membuatnya kerap menggigil, menahan mual, dan pegal-pegal.

Dalam kebimbangan, Adi Sasono memutuskan mencari kesembuhan lewat jalur alternatif. Pijat refleksi dari ahli di Cikajang, Garut, Jawa Barat, menjadi pilihan pertama untuk menangatasi hepatitis dan mengobati hepatitis yang dideritanya. Seminggu 3 kali ia rutin menyambangi Cikajang. Ibarat melempar batu ke permukaan air tenang, perlahan gelombangnya menghilang, tetapi batu masih tetap tinggal di dalam. Sama halnya dengan usaha Adi mempertahankan kesehatan. Setelah dipijat, kondisi tubuh menjadi prima. “Hanya saja virusnya tetap ada dalam tubuh,” ujarnya.

Karena itu beragam jalan lain ia tempuh. Ketua umum Partai Merdeka itu tak segan mencoba beraneka jamu. “Dari temulawak, cuka apel, sampai madu pahit saya konsumsi,” tutur pria berjuluk Th e Indonesian’s Most Dangerous Man versi majalah Far Eastern Economic Review, Desember 1998. Itu belum termasuk kiriman jamu-jamuan dan obat tradisional dari para rekan dan kolega di daerah. “Saya minum saja semua,” kelakarnya.

Niat baik mencoba ramuan herbal itu memang bermanfaat. Kesehatannya meningkat drastis. Mantan general manager PT Krama Yudha Philips Welding Electrode Manufacturing itu percaya, obat tradisional sanggup meningkatkan daya tahan tubuh. “Dengan daya tahan prima, tubuh bisa mengatasi gempuran penyakit,” ungkapnya. Toh, ia masih saja mesti berdamai dengan virus hepatitis yang enggan enyah dari tubuh. “Saya mesti berbagi hidup dengan penyakit itu,” ucapnya. 

Minyak dara

Berdamai dengan penyakit memang bukan pilihan menyenangkan. Tujuh tahun ia menghabiskan hidup sebagai carier hepatitis. Suatu ketika di penghujung 2004 ia berjumpa dengan rekan lama, Bambang Setiadji, peneliti di Yogyakarta. Dari sanalah perkenalannya dengan virgin coconut oil berawal. Bambang yang meneliti VCO sejak lama menyarankan konsumsi minyak dara secara rutin.

Adi yakin pilihannya kali itu tak meleset. Ingin sembuh, ia meneguk 1—2 sendok makan VCO sehari tanpa didampingi konsumsi obat lain. Dalam hitungan minggu kondisi tubuhnya bertambah prima. Semangat beraktivitas terasa meluapluap. Awal Oktober 2005, noktah cerah kesembuhan mulai tampak di mata pria 62 tahun itu. Hasil tes SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) normal di kisaran 15—17 IU dan SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) pun beranjak stabil di angka 17—20 IU.

Demikian pula tes virus/ antivirus. Virus hepatitis dalam tubuhnya dinyatakan negatif alias telah musnah. Kurang yakin, tes laboratorium di lain tempat pun dilakoni. Serasa mendapat keajaiban, hasil serupa Adi dapatkan. Pantas bila konsumsi VCO tetap saja dilakukan sebagai wujud syukur. 

Didukung Riset

Kisah kesembuhan Adi Sasono itu sebuah keniscayaan. Penelitian yang dilakukan Bartolotta S. dan rekan sejawatnya di Universidad Tidak Buenos Udara, Ciudad Universitaria, Buenos Aires, Argentina, menunjukkan asam laurat atau C12 paling efektif menghadang tahap pendewasaan siklus replikasi virus. Lauric acid dalam tubuh bekerja mengurangi hasil sekresi virus dan menghambat tekanan patogen virus, tanpa mempengaruhi kelangsungan hidup sel dalam jaringan tubuh.

Dokter yang dihubungi Trubus, Prof Dr Nurul Akbar SpPD-KGEH, menjelaskan hepatitis disebabkan oleh virus yang dalam jangka waktu 6 bulan sejak terinfeksi menjadi akut dan bila dibiarkan hingga 6 bulan berikutnya menjadi kronis. Virus masuk ke dalam sel hati dan secara bertahap merusak sel hepar itu.

Virus itu menyebabkan organ hati meradang dan bila pecah akan menyebabkan tubuh menjadi kuning sewarna biliburin. Warna itu akan muncul secara fi sik di permukaan kulit, sela-sela kuku jari tangan, dan putih di mata. Itulah yang menjadi ciripenderita hepatitis. 

Jadi, bila ada obat yang bisa menghambat proses replikasi virus sangat disarankan. Selama ini dunia medis mengenal interferon yang berfungsi memperbaiki hati. “Namun, tingkat keberhasilan interferon hanya 10—15%,” ungkap Prof Dr Nurul Akbar, SpPD-KGEH. Meski di lapangan interferon sanggup mengurangi penderitaan akibat hepatitis sebanyak 40%, tapi kemampuannya memusnahkan virus masih kecil.

J. Kabara, Ph.D., profesor emeritus dari Michigan State University, Illinois, Amerika Serikat, dalam buku Minyak Kelapa dalam Bidang Kesehatan dan Penyakit, yang ditulis Conrado S. Dayrit, MD.FACC.FPCC. FPCP., telah mempelajari aspek nutrisi dan kesehatan minyak kelapa murni selama lebih dari 30 tahun. Laboratorium lipidnya menemukan minyak kelapa tanpa pemanasan yang tergolong raw food (makanan mentah untuk diet) di Amerika Serikat, mengandung 47—59% asam lemak jenuh rantai sedang alias medium chain fatty acid (MCFA) dan monoglyceride. Asam lemak itu berupa lauric acid, myristic acid, palmitic acid, stearic acid, linoleic acid, dan sebagainya. Dengan kandungan itu minyak dara baik dikonsumsi penderita hepatitis demi menghambat pertumbuhan virus dalam tubuh.

Yellia Mangan, herbalis di Jakarta Selatan, mengamini bahwa hepatitis berasal dari telur-telur parasit yang berkembang menjadi virus. Virus patogen itu bermantel lemak yang elastis dan aktif. Organisme itu dapat bergerak, menyusup ke bukaan kecil, dan bereplika sebanyak mungkin. 

Karena diselimuti lipid alias lemak, virus hepatitis sulit ditembus obat apa pun. Riset yang dilakukan Th ormar H., Isaacs CE., dan rekan-rekannya di Institut Biologi, Universitas Islandia, Grensavegi, Reykjavik, menunjukkan medium chain fatty acid merupakan bahan yang sangat aktif melawan virus yang bermantel lipid.

Percobaan Th ormar dan rekan-rekannya diawali dengan menguji sejumlah asam lemak yang merupakan komponen normal lipid terhadap virus bermantel lipid dan virus yang tak bermantel lipid. Hasil menunjukkan, asam lemak jenuh rantai medium sangat aktif melawan virus bermantel lipid, walaupun konsentrasi asam lemak yang diperlukan untuk inaktivasi virus sebanyak 20 kali lipat. Dan tak satu pun asam lemak yang meng-inaktivasi virus tak bermantel lipid. 

Monoglyceride asam lemak itu bersifat antiviral yang dalam beberapa kasus memiliki konsentrasi 10 kali lebih rendah dari free fatty acid-nya. Antiviral asam lemak itu ditemukan berdampak pada virus bermantel lipid, penyebab kebocoran. Pada konsentrasi lebih tinggi ia mendisintegrasi sempurna virus bermantel lipid. Peristiwa itu akan diikuti terjadinya sel virus lisis alias hancur dan kematian pun menjemput sang virus patogen.

Th ormar melakukan percobaan lain dengan memasukkan asam lemak jenuh rantai medium ke dalam koloni virus bermantel lipid. Itu menyebabkan pengurangan jumlah virus 3.000—10.000 kali lipat selama masa inkubasi pada 37°C dalam waktu 30 menit.

Hal serupa dijelaskan kembali oleh Kabara dari Michigan State University, Illinois, Amerika Serikat. Penelitian yang dilakukan sejak awal 1966 menunjukkan senyawa lemak sederhana justru efektif untuk menonaktifk an virus bermantel lipid dengan cara merusak membran lipid dari organisme itu. Dan di antara sekian banyak saturated fatty acid, lauric acid memiliki aktivitas antiviral maksimal.

Penelitian itu mengguanakan virus-virus prototype yang telah dipilih atau dikenali. Mereka representatif dengan strain virus bermantel lipid yang menyerang manusia. Mantel dari virus itu adalah lapisan membran lipid. Setelah diinokulasikan lauric acid dan monolaurinnya, virus-virus menjadi rapuh. Rantai MCFA (Medium Chain Fatty Acid) dan kandungannya bereaksi dengan cara merusak membran lipid virus. Akhirnya virus itu menjadi nonaktif dalam tubuh manusia. Percobaan juga menggunakan saturated fatty acid tipe lain.

Menurut Kabara dan rekan-rekannya saturated fatty acid lebih panjang dari rantai C14, sehingga tidak mempunyai aktivitas signifi kan terhadap virus. Dan dari MCFA, lauric acid C12 paling potensial, terutama kandungan monoglyceride alias monolaurin. Bahan itu lebih aktif daripada caprilic acid C8, caprie acid C10, atau myristic acid C14. Sedangkan dilaurin dan trilaurin sama sekali tidak memiliki aktivitas.

Bahkan Cha dan Sachan dari American College of Nutrition mempelajari efek saturated fatty acid dan unsaturated fatty acid pada ethanol pharmacokinetics sejak 1994. Mereka menyimpulkan pola makan dengan saturated fatty acid berantai sedang melindungi hati dari kerusakan karena alkohol dengan cara memperlambat metabolisme ethanol.

Pantas jika para peneliti itu sepakat, asam lemak jenuh berantai sedang yang terkandung dalam minyak dara efektif dikonsumsi untuk mencegah kehadiran atau bahkan memusnahkan virus patogen. Berbagai penelitian itu menguatkan bukti empiris khasiat minyak perawan menumpas virus hepatitis yang dialami Adi Sasono. Asa kesembuhan para penderita hepatitis pun seakan menemukan sandaran baru, si penyembuh ajaib dari kelapa. (Hanni Sofi a/Peliput: Destika Cahyana dan Lastioro Anmi)

Sumber : trubus-online.co.id

Mengapa VCO ampuh untuk mengobati penyakit

Menurut Dr AH Bambang Setiaji MSc, yang mempopulerkan minyak dara, VCO mengandung 93% asam lemak jenuh, tetapi 47 – 53% berupa minyak jenuh berantai sedang. Sifatnya tidak dapat tersintesis menjadi kolestrol, tidak ditimbun dalam tubuh, mudah dicerna dan dibakar. Hasil uji Laboraturium Kimia Universitas Gadjah Mada menunjukan, zat dominan dalam minyak dara adalah asam laurat, mencapai 50.33%. kandungan lain berupa 14,32 % asam kaproat, 10.25% asam kaprat, 12.91% asam miristat, dan 4,92% asam palmitat.
Menurut Prof Walujo Samoero Soerjodibroto (Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia) asam laurat terbukti anti virus, dan anti protozoa. Patogen yang mampu diatasi oleh minyak dara antara lain bakteri Streptococcus agalactiae dan Streptococcus aerus, beragam virus seperti herpes, sarkoma, HIV, Leukimia, dan cytomegalovirus. Semua patogen berlapis lemak. Dengan demikian asam laurat yang juga berupa minyak dapat menyatu dengan organisme itu untuk kemudian mematikanya. Antibiotik yang dimanfaatkan untuk mengatasi serangan organisme patogenik itu kurang manjur. Karena antibiotik hanya larut dalam darah, tetapi tidak larut dalam lemak. Prof Dr dr Budhi Setianto SpJP dari RS Jantung Harapan Kita, Jakarta, mengatakan pemicu penyakit jantung antara lain peningkatan kadar kolestrol, obesitas dan tekanan darah tinggi. Di sinilah peran VCO dalam mengatasi penyakit jantung. “Setiap melewati endapan Kolestrol minyak kelapa murni akan mlarutkan kolestrol. Kolestrol akan larut sehingga peredaran darah lancar. Tapi itu membutuhkan waktu lama sehingga tidak bisa hilang dalam sehari minum VCO. Efek lama tapi pasti,” ujar bambang Setiaji, dosen Kimia Universitas Gadjah Mada.
Hal ini senada dengan pendapat Prof dr Walujo Soerjodibro MSc. Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengatakan, konsumsi minyak kelapa sesuai kebutuhan tidak berdampak buruk terhadap kesehatan. Justru membina kesehatan termasuk janrung dan pembuluh darah. Pantas saja masyarakat Pukapuka dan Tokelau di Lautan Pasific, seperti dikisahkan Dr Bruce Fife dalam “The Healing Miracles of Coconut Oil, mempunyai kesehatan prima. Padahal mereka mengkonsumsi lemak dalam bentuk minyak kelapa 60% dari total kalori per hari. Rumus yang selama ini dipercaya banyak orang, konsumsi lemak maksimal 30% dari total kalori jika tak ingin menderita penyakit jantung. Sekitar 10% diantaranya batas maksimal konsumsi lemak jenuh. Artinya konsusi lemak masyarakat Pukapuka 2 kali dari ambang batas. Faktanya, mereka terbebas dari beragam penyakit degeneratif seperti jantung, diabetes, dan kanker.
Kandungan asam lemak minyak dara pun bukan musuh bagi kesehatan tubuh manusia. Asam laurat –mencapai 47-53% -merupakan asam lemak jenuh rantai sedang. Ia tidak ditimbun dalam tubuh melainkan langsung dibakar menjadi energi. Dengan energi itu pula tubuh cepat pulih dan mampu memperbaiki diri sendiri. Pantas mereka yang menderita ganguan lever aman mengkonsumsi VCO. Berbagai penelitian menguatkan bukti empiris khasiat minyak perawan yang selama ini ditemukan. Hasil penelusuran Trubus Magazine menunjukan minyak dara itu menyembuhkan jantung koroner, diabetes, hiperteroid, kolestrol dan stroke. Akibat menderita penyumbatan pembuluh darah disekitar panggul dekat tulang ekor, Untung Sukarji mesti dilarikan ke Rumah Sakit. Kala rasa nyeri menyerang paha kanan dan pinggul, pengajar di sekolah Tinggi Negara itu tak sanggup berjalan. Saat berbaring pun ia tidak dapat megubah posisi badan. Beruntung setelah mengkonsumsi 24 botol VCO bervolume 125 ml selama dua minggu dikombinasikan dengan akupuntur kondisinya berangsur pulih. Kini kelahiran Jember 57 tahun silam itu bahkan sanggup berlari-lari pagi

Manfaat Luar Biasa Virgin Coconut Oil (VCO) Bagi Kesehatan

Minyak kelapa umumnya mendapatkan cap buruk karena mengandung lemak jenuh yang tinggi. Namun, sebenarnya terdapat pula berbagai manfaat dari minyak kelapa, khususnya jenis minyak kelapa yang disebut sebagai virgin coconut oil (VCO). 
Berbeda dengan minyak sayur, VCO yang mengandung 92% asam lemak rantai sedang ini  bisa terus diserap melalui dinding usus sesampainya di saluran cerna, proses ini lebih cepat karena tanpa melalui proses hidrolisis dan enzimatik. Selanjutnya langsung dipasok masuk kedalam aliran darah dan langsung dibawa kedalam organ hati untuk dimetabolisir. Didalam hati VCO diproses menjadi energi saja, bukan kolesterol dan timbunan lemak, energi tersebut digunakan untuk meningkatkan fungsi semua kelenjar endoktrin, organ dan jaringan tubuh.

VCO dapat digunakan pada berbagai makanan atau digunakan untuk mempercantik rambut serta kulit.

Berikut adalah khasiat dan manfaat VCO untuk kesehatan :

1. Asam laurat 
VCO mengandung hampir 50 persen asam laurat, suatu asam lemak rantai sedang dengan berbagai manfaat kesehatan. ASI merupakan sumber penting lain dari asam laurat.


2. Antimikroba 
Karena kandungan asam laurat yang tinggi, VCO memiliki sifat antimikroba, antijamur, dan antivirus.
Tubuh mengubah asam laurat menjadi monolaurin yang bertanggung jawab sebagai penghancur virus.
VCO juga dipercaya memperlambat pertumbuhan virus pada pasien HIV / AIDS.

3. Sistem kekebalan tubuh
Asam laurat yang ditemukan dalam ASI membantu bayi untuk melawan infeksi.
Asam laurat dalam VCO juga mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh lebih terlindung terhadap penyakit.
Karena diet orang dewasa umumnya rendah dalam asam laurat, VCO merupakan sumber mudah dan ampuh untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

4. Kolesterol baik
VCO dapat menurunkan kadar kolesterol jahat sambil mempromosikan peningkatan HDL atau kolesterol baik.
Sebuah studi tahun 1980 oleh Dr Hostmark menunjukkan bahwa tikus yang makan 10 persen VCO menghasilkan lebih sedikit kolesterol buruk dan lebih banyak kolesterol baik dibanding tikus yang makanannya terdiri dari 10 persen minyak bunga matahari.

5. Antibiotik super
Efek dari pengobatan modern adalah munculnya strain bakteri yang tahan terhadap antibiotik.
Sebuah studi tahun 2005 oleh Georgetown University menunjukkan bahwa asam laurat dalam VCO mampu mengobati infeksi bakteri pada tikus lebih baik dari antibiotik biasa.

6. Baik Untuk ibu hamil dan menyusui
Anjuran orang tua zaman dulu untuk mengonsumsi minyak kelapa, ada benarnya karena minyak kelapa memiliki kandungan yang luar biasa. Selain mematikan berbagai mikroorganisme berbahaya kandungan MCFA ((asam laurat, asam kaprilat,asam kaprat,asam oleat, asam miristat,asam palmitat)  dalam VCO juga memberikan energi yang dibutuhkan saat bayi mau lahir.
Beberapa pengalaman menyebutkan bahwa konsumsi VCO saat ibu hamil memberikan pengaruh yang sangat baik untuk bayi, bukan saja saat di dalam kandungan bayi lebih sehat, namun ketika lahir bayi dalam keadaan bersih dan sehat. Selain itu VCO membuat produksi  ASI menjadi lebih banyak dan lebih berkualitas.

7. Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darahPenelitian menunjukkan adanya hubungan penyakit jantung dan pembuluh darah & infeksi virus / bakteri yang akan menyebabkan pembentukan plak di pembuluh darah.. Karena VCO bersifat antibakteri / virus maka dapat membantu mencegah pembentukan plak dengan cara membunuh mikroorganisme p encetus timbulnya plak.

Selain itu, salah satu penyebab penyakit jantung adalah kadar kolesterol darah yang tinggi. Penumpukan kolesterol disebabkan konsumsi lemak yang berlebihan dalam menu sehari-hari sehingga kelebihannya disimpan dalam tubuh. Dalam VCO terdapat MCFA yang mudah dimetabolisme untuk menghasilkan energi tidak ditimbun sebagai lemak tubuh. S elain itu konsumsi rutin VCO juga mencegah terjadinya pengentalan darah (akibat agregasi trombosit) dan mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis).

8. Osteoporosis Osteoporosis adalah merupakan penyakit degeneratif akibat kekurangan kalsium sehingga tulang menjadi keropos. Osteoporosis dapat disebabakan oleh radikal bebas yang teroksidasi pada proses pembentukan tulang. Radikal bebas dapat diatasi oleh kandungan lemak jenuh yang terkandung dalam VCO. Asam lemak dalam VCO berfungsi sebagai antioksidan sehingga akan melindungi tulang dari radik al bebas perusak tulang.

Salah satu antioksidan dalam VCO adalah senyawa sterol. Zat ini seperti lemak dan bermanfaat dalam pembentukan pregnenolon. Adapun fungsinya antar lain untuk memproduksi progesteron bagi wantia. Bagi wanita ketersediaan progesterone sangat penting karena ketidakseimbangan jumlah progesteron dan estrogen akan menyebabkan osteoporosis.

Konsumsi VCO juga sagat baik membantu proses penyerapa mineral penting bagi tulang yaitu kalsium dan magnesium.

9. Diabetes Mellitus (Kencing Manis) Diabetes melitus dikenal juga sebagai kencing manis. Gejala kencing manis terutama terjadi akibat menumpuknya glukosa dalam darah sehingga dikeluarkan bersama urin. Dalam kondisi ini produksi insulin dari pankreas menurun sehingga metabolisme terganggu. Hal ini menyebabkan glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel sehingga konsentrasi glukosa darah meningkat. Timbunan glukosa tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi dan akhirny a dibuang bersama urin.  
Insulin berfungsi mengubah glukosa menjadi energi untuk sel. Glukosa darah tidak dapat langsung digunakan sebagai energi harus ditransfer terlebih dahulu ke dalam sel melalu proses oksidasi dalam sel. Selain itu insulin juga mengubah glukosa menjadi energi cadangan (glikogen dan lemak). Jika glukosa darah berlimpah akan diubah mejadi glikogen dan disimpan di hati dan otot. Sementara lemak disimpan dalam jaringan lemak. Kandungan MCFA dalam VCO mampu merangsang produksi insulin sehingga membantu proses perubahan glukosa menjadi energi untuk sel.
Selain itu, VCO tidak membutuhkan insulin untuk dapat dibakar untuk menghasilkan energi sehingga hal ini sangat menguntungkan penderita kencing manis yang telah mengalami kekurangan kadar insulin tubuh. Pada saat VCO dibakar turut dibakar pula glukosa dan lemak yang sebelumnya telah tertimbun sehingga kadar gula dalam darah relatif normal. <p> </p> 10. Liver Virus hepatitis adalah virus yang memiliki selubung lemak di bagian luarnya sehingga sulit ditembus oleh obat. Struktur asam lemak jenuh rantai sedang dalam VCO memiliki struktur yang mirip selubung lemak virus sehingga VCO dapat menembus masuk dan membunuh virus hepatitis. <p> </p> Selain itu VCO juga mencegah kerusakan sel hati akibat radikal bebas yang disebabkan oleh virus, obat atau alkohol karena memiliki efek sebagai antioksidan. <p> </p> 11. KankerKarena VCO memiliki efek antibakteri maka sel darah putih tersedia cukup untuk menghancurkan dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa VCO menghambat pertumbuhan sel kanker penyebab kan ker kolon dan payudara. <p> </p> Selain itu VCO memiliki sifat antioksidan sehingga mencegah pembentukan radikal bebas pemicu timbulnya kanker dan VCO membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga membantu proses penyembuhan. <p> </p> 12. Membantu Menurunkan Berat badan MCFA dalam VCO dapat langsung masuk aliran darah dan diubah menjadi energi sehingga tidak ditimbun dalam badan. Pada saat VCO dibakar turut dibakar pula asam lemak jenuh rantai panjang (LCFA) sehingga lemak yang ditimbun menjadi berkurang dan berat badan akan turun.
Selain itu VCO juga memberi energi dengan cepat sehingga menimbulkan rasa cepat kenyang dan tidak merasa lapar sampai tiba waktu makan Proses pembakaran dan suhu badan menjadi lebih tinggi sehingga metabolisme tubuh meningkat dan terjadi pembakaran cadangan lemak tubuh.

13. Menambah Stamina 
Saat daya tahan tubuh menurun, tubuh mengalami kelelahan fisik yang ditandai dengan lemah otot, sakit kepala, infeksi yang hilang timbul, demam, rasa lelah yang luar biasa dan pembengkakan kelenjar tubuh VCO memberi energi yang cepat dan menambah tenaga serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh dapat memulihkan dirinya sendiri.

14. Memelihara Kesehatan KulitVCO mengandung pelembab alamiah dan membantu menjaga kelembaban kulit serta baik digunakan untuk kulit yang keri ng, kasar dan bersisik.  VCO mengandung asam lemak jenuh rantai sedang yang mudah masuk ke lapisan kulit dalam dan mempertahankan kelenturan serta kekenyalan kulit.  VCO bersifat antijamur dan bakteri alamiah sehingga membantu mencegah dan mengobati infeksi kulit, termasuk infeksi jamur kulit, eksim, bisul, jerawat, dan lain-lain.

15. Memelihara Kesehatan RambutKarena molekul VCO kecil maka dapat masuk ke dalam batang rambut dan mempertahankan kadar protein dalam rambut serta membuat rambut l ebih bercahaya dan sehat.  VCO mengandung pelembab alamiah sehingga menjaga kelembaban dan mencegah kekeringan pada rambut.
VCO memiliki efek antijamur sehingga baik untuk mencegah dan mengobati ketombe akibat pertumbuhan jamur P. ovale di kulit kepala.

Reaksi Awal Jika Anda Mengkonsumsi VCO

Biasanya reaksi awal saat mengkonsumsi VCO berupa perut menjadi mulas sampai diare. Namun, konsumsi sebaiknya diteruskan dengan mengurangi dosisnya dan dengan berjalannya waktu reaksi ini akan berkurang dan menghilang. Disarankan untuk mengkonsumsi VCO secara teratur, minimum 1 bulan untuk melihat efek positifnya. ( dari berbagai sumber)

Daun salam untuk asam urat

Daun salam biasa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai pelengkap bumbu dapur. Pohon salam (Syzygium polyanthum) yang biasa tumbuh liar di hutan dan di pegunungan bisa mencapai ketinggian 25 meter dan lebar pohon 1,3 meter.Tumbuhan ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut. Selain daun yang dipakai sebagai bumbu, kulit pohonnya biasa dipakai sebagai bahan pewarna jala atau anyaman bambu. Perbanyakan tumbuhan ini bisa dilakukan dengan biji, cangkok, atau stek.

Menurut Prof Hembing Wijayakusuma dalam bukunya Tumbuhan Berkhasiat Obat: Rempah, Rimpang, dan Umbi, pohon salam memiliki berbagai khasiat obat yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pohon salam bisa dimanfaatkan untuk mengatasi asam urat, stroke, kolesterol tinggi, melancarkan peredaran darah, radang lambung, diare, gatal-gatal, kencing manis, dan lain-lain. Kandungan kimia yang dikandung tumbuhan ini adalah minyak atsiri, tannin, dan flavonoida. Bagian pohon yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah daun, kulit batang, akar, dan buah.

Mengatasi asam urat yang tinggi, 10 lembar daun salam direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat. Mengatasi stroke, 10 lembar daun salam dan 50 gram jantung pisang dibuat masakan sesuai selera lalu dimakan.

Bagi penderita kolesterol tinggi, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun ceremai direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian arinya diminum secara teratur. Untuk melancarkan peredaran darah, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun dewa segar direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 350 cc. Lalu ramuan disaring dan diminum sebanyak dua kali sehari.

Mengatasi radang lambung, 30 gram daun salam, 30 gram sambiloto kering, dan gula batu secukupnya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian airnya diminum untuk dua kali sehari. Lakukan secara teratur.

Untuk obat diare, 7 lembar daun salam direbus dengan 200 cc air selama 15 menit, tambahkan garam secukupnya. Setelah dingin disaring lalu airnya diminum. Ramuan lainnya, 7 lembar daun salam, 10 lembar daun jambu biji, 10 gram jahe, dan 1 buah kulit delima putih, dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Tambahkan 200 cc air matang, disaring, lalu diminum.

Mengatasi gatal-gatal, daun atau kulit batang atau akar dicuci bersih lalu digiling hingga halus. Tambahkan minyak kelapa secukupnya, kemudian balurkan pada bagian yang sakit.
Sebagai obat kencing manis, 7 lembar daun salam dan 30 gram sambiloto direbus dengan 600 cc air sampai tersisa 200 cc. Setelah dingin disaring lalu diminum untuk dua kali sehari.


Recent Posts